Semua Tentang Komputer Bisa Kalian Temukan Disini . . .



Postingan Keren

University of Gunadarma

Rifqi fauzi blogspot !!

Jumat, 09 Oktober 2015

Statistika

1. Pengertian Statistika

Apa itu Statistika? Berikut ini adalah definisi statistika menurut beberapa kamus dan ensiklopedia terkemuka

±      Definisi Statistika menurut Oxford Dictionary : “The practice or science of collecting and analysing numerical data in large quantities, especially for the purpose of inferring proportions in a whole from those in a representative sample.”
Artinya adalah “Sebuah praktek atau ilmu pengetahuan dalam mengumpulkan dan menganalisis data numerik dalam jumlah besar, terutama untuk tujuan menyimpulkan proporsi secara keseluruhan dari orang – orang dalam sampel yang representatif.”

±         Definisi Statistika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : ilmu tentang cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari keterangan yg berarti dr data yg berupa angka; arti lainnya adalah pengetahuan yg berhubungan dng pengumpulan data, penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti, berupa catatan bilangan (angka-angka).

±      Definisi Statistika menurut Encyclopedia Britannica : “Statistics, the science of collecting, analyzing, presenting, and interpreting data. Governmental needs for census data as well as information about a variety of economic activities provided much of the early impetus for the field of statistics. Currently the need to turn the large amounts of data available in many applied fields into useful information has stimulated both theoretical and practical developments in statistics.”
Artinya adalah “Statistika adalah ilmu mengumpulkan, menganalisis, mempresentasikan dan menafsirkan data. Kebutuhan pemerintah untuk sensus data serta informasi tentang berbagai kegiatan ekonomi yang merupakan dorongan awal dari pengembangan ilmu statistika. Saat ini kebutuhan untuk mengubah sejumlah besar data yang tersedia dalam berbagai bidang diterapkan menjadi informasi yang berguna dan juga merangsang baik perkembangan teoritis maupun perkembangan praktis di statistika.”

Kesimpulannya adalah statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang pengolahan dan pengubahan data yang berupa catatan bilangan atau angka – angka.
 

2. Sejarah Perkembangan Ilmu Statistika

Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista ("negarawan" atau "politikus").

Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)". Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data". Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.

Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

2. Metode Statistika

Dua jenis penelitian: eksperimen dan survai

Terdapat dua jenis utama penelitian: eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.

Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).

Dalam survey, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji. Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei.

Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), dan psikologi eksperimen.

Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi, kedokteran masyarakat, dan industri.
Tipe pengukuran

Ada empat tipe skala pengukuran yang digunakan di dalam statistika, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio. Keempat skala pengukuran tersebut memiliki tingkat penggunaan yang berbeda dalam pengolahan statistiknya.

    Skala nominal hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif atau kategoris, misalnya jenis kelamin, agama, dan warna kulit.
    Skala ordinal selain membedakan sesuatu juga menunjukkan tingkatan, misalnya pendidikan dan tingkat kepuasan pengguna.
    Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak sehingga titik nol dapat digeser sesuka orang yang mengukur, misalnya tahun dan suhu dalam Celcius.
    Skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak dan tidak dapat digeser sesukanya, misalnya adalah suhu dalam Kelvin, panjang, dan massa.

Teknik-teknik statistika

Beberapa pengujian dan prosedur yang banyak digunakan dalam penelitian antara lain:

    Analisis regresi dan korelasi
    Analisis varians (ANOVA)
    khi-kuadrat
    Uji t-Student

Statistika Terapan

Bebebarapa ilmu pengetahuan menggunakan statistika terapan sehingga mereka memiliki terminologi yang khusus. Disiplin ilmu tersebut antara lain:

    Aktuaria (penerapan statistika dalam bidang asuransi)
    Biostatistika atau biometrika (penerapan statistika dalam ilmu biologi)
    Statistika bisnis
    Ekonometrika
    Psikometrika
    Statistika sosial
    Statistika teknik atau teknometrika
    Fisika statistik
    Demografi
    Eksplorasi data (pengenalan pola)
    Literasi statistik
    Analisis proses dan kemometrika (untuk analisis data kimia analis dan teknik kimia)

Statistika memberikan alat analisis data bagi berbagai bidang ilmu. Kegunaannya bermacam-macam: mempelajari keragaman akibat pengukuran, mengendalikan proses, merumuskan informasi dari data, dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan data. Statistika, karena sifatnya yang objektif, sering kali merupakan satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk keperluan-keperluan di atas.

4. Perbedaan Statistika dengan Matematika

Sampai saat ini masih terjadi silang pendapat apakah Statistika merupakah cabang dari Matematika 
ataukah merupakan Ilmu yang berbeda dari Matematika. Kalau dilihat di di negara Amerika serikat, Matematikawan dan Statistikawan mempunyai wadah organisasi masing-masing, ada MAA (Mathematical Association of America) untuk matematikawan, ada ASA (American Statistical  Association) untuk Statistikawan. 

Untuk mengetahui perbedaan diantara dua ilmu tersebut, diperlulan untuk mengetahui objek studi dari Matematika dan Statistika. Objek dari matematika adalah konsep-konsep abstrak yang ada dikepala, sedangkan statistika adalah hal hal yang berkaitan dengan mengumpulkan, menganalisa dan menginterprestasi data. Tentu saja alat untuk melakukan hal tersebut (mengumpulkan, menganalisa dan menginterprestasi data) adalah matematika. Dari sudut pandang ini terlihat Matematika dan Statistik adalah 2 ilmu yang berbeda karena mempunyai objek study yang berbeda.

Tetapi seorang Statistikawan tidak hanya berkutat dengan data melainkan mereka justru fokus dengan alat pengumpulan datanya, alat untuk  mengumpulkan, menganalisa dan menginterprestasi data. Para Statistikawan bertugas untuk mempelajari dan mengembangkan alat tersebut. Alat dari para statistikawan tersebut tidak lain adalah matematika. Oleh karena itu bisa dikatakan Statistika adalah cabang dari Matematika yang bertugas untuk merumuskan, merangkai bahasa Matematis menjadi alat pengolah data.

Kesimpulannya adalah Matematika dan Statistika mempunyai bahasa yang sama yaitu bahasa simbol dan logika, bedanya statistika topiknya adalah data sedangkan matematika topiknya adalah bahasa simbol dan logika itu sendiri. Dengan kata lain Matematika dan Statistika, serupa tapi tak sama.

5. Peranan dan Penerapan Statistika dalam Kehidupan

Definisi dari statistika sendiri adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Mungkin juga dari kalian kalangan pelajar seperti SMA dan PT sudah terbayang dipikiran kalian bahwa statistik itu selalu berhubungan dengan perhitungan yang sangat rumit teori dan rumus dasarnya.

            Sebenarnya anggapan-anggapan seperti itu harus di hilangkan, padahal dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari statistik sangat berperan aktif dalam mengatur semua kegiatan yang kita lakukan, Ditegaskan pula dari buku statistika ekonomi karangan Sri Mulyono (2003), bahwa dalam mempelajari statistika kita dibantu untuk menjelaskan hubungan antar variabel, membuat keputusan yang lebih baik, mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi dan membuat rencana serta ramalan.
            Beberapa contoh bahwa statistik sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan ilmu statistika untuk mengatur berapa jumlah pengeluaran kita yang disesuaikan dengan pendapatan yang kita peroleh, lalu memilih barang yang mana yang akan kita beli, dan lainnya yang pada akhirnya membutuhkan keputusan terbaik yang akan kita ambil. Begitu pula dengan bidang yang lainnya, membantu memutuskan keputusan yang harus diambil secara tepat.
            Menurut Sri Mulyono (2003) bahwa dalam menyelesaikan permasalahan secara statistik harus digunakan pendekatan ilmiah yang terdiri dari beberapa tahap, diantaranya:
1. Mengidentifikasi masalah
Harus dipahami bahwa pemahaman dan pengidentifikasian haruslah dengan teliti dan benar. Sering dilaporkan bahwa kesalahan kesimpulan paling banyak disebabkan karena kesalahan mengidentifikasi persoalan.
2. Pengumpulan fakta
Data harus dikumpulkan dengan tepat dan selengkap mungkin yang berhubungan dengan persoalan yang dihadapi. Sumber data dapat digolongkan dalam dua kategori yaitu eksternal dan internal, data internal dapat ditemukan pada bagian-bagian yang ada dalam suatu organisasi. Data eksternal misalnya data yang diperoleh dari publikasi pemerintah, jurnal berkala dan lain-lain.
3. Mengumpulkan data asli yang baru
Seringkali data yang diperlukan tidak tersedia pada sumber-sumber yang ada, karena itu harus dikumpulkan sendiri.
4. Klasifikasi data
Setelah data dikumpulkan, tahap berikutnya adalah mengelompokkan fakta-fakta sesuai dengan tujuan studi. Mengidentifikasikan data-data berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya dan menyusunnya ke dalam kelompok-kelompok dinamakan klasifikasi.
5. Penyajian data
Ringkasan informasi yang disajikan dalam bentuk tabel, diagram dan ukuran-ukuran deskriptif seperti rata-rata dan dispersi, membantu analisis dalam menyampaikan hal-hal penting kepada pihak lain.
6. Analisis data                                                                          
Jika data dikumpulkan dari sampel, maka berdasarkan ukuran-ukuran deskriptif yang telah dihitung dilakukan pendugaan nilai parameter populasi dan pengujian asumsi parameter atau ciri-ciri populasi. Kemudian analisis menafsirkan hasil pendugaan dan membuat kesimpulan atas hasil pengujian.
Bukan hanya berperan dalam menetukan pengeluaran ekonomi kita sehari-hari, statistic juga banyak diterapkan di bermacam-macam ilmu mulai dari ilmu alam dan ilmu sosial maupun di bidang bisnis. Salah satu contoh dari penerapan ilmu statistik terhadap bidang perekonomian yaitu perhitungan pertumbuhan ekonomi, inflasi, jumlah uang beredar, tingkat kemiskinan, jumlah pengangguran dan lainnya, sedangkan dalam bidang industri dapat dicontohkan pada perhitungan jumlah produksi barang atau jasa yang mencapai keuntungan maksimum, kapan waktu yang tepat untuk mengembangkan produk baru atau menambah produksi, dalam bidang bisnis juga statistik diterapkan antara lain, perhitungan indeks tendensi bisnis, perhitungan dividen, peluang mendapatkan keuntungan jika menanamkan investasi di saham dan lainnya.
            Dapat kita simpulkan bahwa peranan ilmu statistik sangatlah penting untuk menentukan keputusan dalam kehidupan sehari-hari dengan secara tepat sehingga menghasilkan sesuai dengan harapan kita.

 Sumber :

 https://id.wikipedia.org/wiki/Statistika

http://ventydwie.blogspot.co.id/2011/06/peranan-statistik-dalam-kehidupan.html

https://ariaturns.wordpress.com/2010/11/04/matematika-dan-statistika-serupa-tapi-tak-sama/

Read more ...

Kamis, 28 Mei 2015

Tugas Softskill Bahasa Indonesia Membuat Makalah

TUGAS MAKALAH BAHASA INDONESIA
(Bahasa Pemrograman)
Nama :Rifqi Fauzi
NPM : 29114372
Kelas : 1 KB 04
Fakultas Ilmu Komputer & Teknik Informasi – Sistem Komputer
Universitas Gunadarma
2014 – 2015
 
KATA PENGANTAR
Puji syukur di panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas limpahan rahmad dan karunianya sehingga makalah ini dapat terselesaikan penulisanya. Makalah yang berjudul “ Bahasa Pemrograman “ ini membahas tentang beberapa tingkatan atau klasifikasi bahasa pemrograman.
Makalah ini kami susun berdasarkan pengetahuan yang kami peroleh dari internet dengan harapan orang yang membaca dapat memahami tentang apa itu bahasa pemrograman.
Penyusun menyadari bahwa baik isi maupun cara penyusunan makalah ini belum sempurna. Kemungkinan kesalah dalam penulisan ini juga tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, segala saran, tegur sapa, dan kritik membangun sangat penyusun harapkan. Demikian mudah-mudahan makalah ini dapat berguna dan dapat bermanfaat sebaik-baiknya.
          Depok, 29 Mei 2015
                 Rifqi Fauzi

DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………….. 2
DFTAR ISI …………………………………………………………………………………... 3
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………… 4
            1.1 Latar Belakang …………………………………………………………… 4
            1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………... 4
            1.3 Tujuan Penulisan …………………………………………………………. 4
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………. 5
           
2.1      Definisi bahasa pemrograman ………………..................................….. 2
2.2     Sejarah bahasa pemrograman …………………...................................…2
2.3      Klasifikasi bahasa pemrograman ……………….....................................3
2.3.1       Berdasarkan generasi ………………….........................................3
2.3.2      Berdasarkan tingkatannya …………………...................................8
BAB III PENUTUP ………………………………………………………………………....... 17
            3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………...........… 17
            3.2 Saran-saran ………………………………………………………………............... 17
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………. 18
  
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
           Bahasa pemrograman adalah bahasa tertentu yang digunakan oleh para programmer untuk membuat suatu aplikasi atau software pada komputer, dasar-dasar yang dipakai adalah prinsip kerja algoritma yang sudah dipelajari sebelumnya, bahasa pemrogaman itu sendiri sudah ditemukan pada tahun setelah diketemukannya mesin komputer, mulai generasi yang paling pertama kali yaitu kode mesin, sampai sampai generasi sekarang yang banyak digunakan sebagai bahasa pemrograman dalam pembuatan berbagai aplikasi .

1.2 RUMUSAN MASALAH
1. apa itu bahasa pemrograman.
2. bagaimana sejarahnya hingga dapat terciptan suatu bahasa pemrograman.
3. apa saja macamnya dan penjelasan dari masing-masing jenis.
4. seperti apakah bentuknya/contohnya dasar-dasar bahasa pemrograman. 
 
 
1.3 TUJUAN PENULISAN
1. Pemenuhan Tugas Softskill Bahasa Indonesia
v       2. Meningkatkan pengetahuan tentang Bahasa Pemrograman
 
 BAB II
PEMBAHASAN
  2.1      Definisi bahasa pemrograman 
Bahasa Pemrograman adalah suatu bentuk dari bahasa yang digunakan oleh seorang programmer untuk membuat dan merancang suatu aplikasi untuk kegunaan tertentu. (konsep bahasa pemrograman) .
2.2     Sejarah bahasa pemrograman
Bahasa pemrograman saat ini telah berbeda jauh dengan bahasa pemrograman di tahun 40-an. Dulu progammer memerintah komputer secara fisik menggunakan metode pengkabelan/wiring secaramanual.
Metode wiring kemudian berkembang hingga menjadi bahan pemrograman sederhana. Kualitas dan fitur berkembang dan bertambah dengan pesat. Bahasa pemrograman di awal kemunculannya hanya dapat digunakan untuk satu keperluan saja, tetapi sekarang dapat digunakan untuk bermacam-macam keperluaan. Mungkin pada tahun-tahun mendatang akan berkembang dengan lebih natural dan semakin mudah dipahami manusia.
Tokoh pertama yang memperkenalkan bahasa pemrograman pada komputer adalah Charles Babbage. Beliau adalah seorang ilmuwan yang hidup di Inggris pada abad pertengahan. Beliau adalah orang yang pertama kali mendesain mesin menyerupai komputer. Mesin tersebut diisi beberapa program yang dapat berjalan di dalamnya  (identik seperi bahasa assembly sekarang ini). Pembuat program tersebut adalah Byron Countess of Lovelace, putri dari Lord Byron.
 2.3      Klasifikasi bahasa pemrograman
                  2.3.1       Berdasarkan generasi
a.       Generasi ke-1, 1GL  
b.      Generasi ke-2, 2GL  
c.       Generasi ke-3 
d.      Generasi ke-4 
e.       Generasi ke-5 
2.3.2      Berdasarkan tingkatannya
 
a.       Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
b.      Low Level
Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
c.       Medium Level
Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
d.      Higher Level
Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.
 
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
 
 Bahasa pemrograman adalah bahasa tertentu yang digunakan oleh para programmer untuk membuat suatu aplikasi atau software pada komputer, dasar-dasar yang dipakai adalah prinsip kerja algoritma yang sudah dipelajari sebelumnya, bahasa pemrogaman itu sendiri sudah ditemukan pada tahun setelah diketemukannya mesin komputer, mulai generasi yang paling pertama kali yaitu kode mesin, sampai sampai generasi sekarang yang banyak digunakan sebagai bahasa pemrograman dalam pembuatan berbagai aplikasi .
                       3.2 SARAN - SARAN
Saran yang dapat saya berikan untuk makalah kali ini : Semoga makalah kali ini bisa lebih bagus lagi dari segi pembahasannya, ataupun dari segi penyusunan makalanya. 
DAFTAR PUSTAKA
http://kelompok-09ti2013.blogspot.com/2013/11/makalah-bahasa-pemrograman.html 
 
Read more ...

Minggu, 26 April 2015

Tugas Bahasa Indonesia SoftSkill 2

NAMA: Rifqi Fauzi
NPM  : 29114372
Tugas 2. Meresensi Artikel
1.      Data Publikasi
a)           Judul                   
Peneliti UI Ciptakan Aplikasi bagi Pengguna "Commuter Line"
b)           Penulis                 
Fabian Januarius Kuwado
c)           Tanggal penerbitan
Minggu, 26 April 2015
d)          Halaman               
          http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/26/19281541/Peneliti.UI.Ciptakan.Aplikasi.bagi.Pengguna.Commuter.Line
e)           Tema                   
 Teknologi
2.      Ringkasan
Tiga peneliti Universitas Indonesia menciptakan aplikasi berbasis android yang dapat menampilkan informasi jadwal, posisi dan laporan gangguan perjalanan commuterline secara real time di ponsel konsumen.
3.      Keunggulan
Bahasa yang sampaikan penulis mudah dipahami pembaca
4.      Kelemahan
Ada beberapa diksi dan ejaan yang kurang tepat
5.      Saran
Penulis harus lebih memperhatikan diksi dan ejaan yang disampaikan dalam artikel, gar mudah dipahami.
6.      Lampiran
JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga peneliti Universitas Indonesia menciptakan aplikasi berbasis android yang dapat menampilkan informasi jadwal, posisi dan laporan gangguan perjalanan commuterline secara real time di ponsel konsumen.

Aplikasi tersebut pun telah diluncurkan pertengahan April 2015 lalu. Tiga peneliti tersebut adalah Dr Nadia Yovani MSi (Sosiologi), Himawan Pratama MSi (Sastra Jepang), dan Tridianto Subagia SKom (Ilmu Komputer).

Aplikasi tersebut juga sudah mendapatkan persetujuan dari PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek. "Aplikasi tersebut kami namakan KCJ Train," ujar Tridianto lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (26/4/2015).

Selain informasi jadwal, posisi dan gangguan, para pengguna KRL juga dapat menyampaikan keluhan melalui fitur 'email complaint' yang terintegrasi dengan media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Nadia Yovani mengatakan, aplikasi baru itu dibuat berdasarkan penelitian ilmiah selama dua tahun tentang kultur pengguna transportasi umum di Jepang dan Indonesia. Dana penelitian itu sendiri diperoleh dari hibah penelitian BOPTN Dikti.

"Kami membandingkan data perilaku pengguna transportasi kereta di Jepang dan Indonesia. Setahun pertama tim peneliti mengumpulkan data di Jepang, pada tahun berikutnya pengumpulan data lapangan di Indonesia. Hasil penelitian ini, disimpulkan tingkat kepuasan pelanggan kereta sangat dipengaruhi oleh keberhasilan operator kereta dalam memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada pelanggannya," ujar Nadia.

Tingkat kepercayaan pengguna kereta terhadap operator kereta, lanjut Nadia, dapat terjaga melalui pengembangan saluran komunikasi dan informasi yang terpercaya serta efisien. Untuk itu, tim berinisiatif membuat sebuah aplikasi yang memudahkan akses informasi kereta KCJ Train tersebut.

Himawan menambahkan, PT KCJ selama ini memiliki persoalan komunikasi, yakni penumpukan fungsi media sosial, cara berinteraksi yang kurang efisien dan lain-lain. Himawan mengatakan, aplikasi KCJ Train ini adalah solusi bagi komunikasi perusahaan dengan pelanggannya sendiri.

"KCJ Train ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta menciptakan pelayanan prima PT.KCJ," ujar Himawan.
Read more ...

Sabtu, 21 Maret 2015

Tugas SoftSkill Bahasa Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada yang berbeda di tengah suasana car free day di Jakarta, Minggu (22/3/2015) pagi. Sejumlah pengunjung  tidak hanya berolahraga santai, tetapi juga menikmati aksi dronie bersama Kompas.com.
Apa itu dronie? Ini tak lain adalah foto diri sendiri atau selfie. Beda dari selfie, foto dronie dibuat dengan menggunakan kamera yang terpasang pada pesawat kecil yang diterbangkan dengan alatremote control. Inilah pesawat tak berawak yang disebut drone.
Sejak pukul 06.00 WIB, sebagian warga yang beraktivitas di acara CFD terlihat antusias dengan foto dronie yang digelar di sekitar stan Kompas.comdi depan Mall FX, Senayan. Komunitas pencinta reptil, komunitas skateboarding hingga sepeda fixie ikut menikmati acara ini. Artis Mike Lewis bersama putranya, Kenzo, pun tak ingin melewatkan serunya dronie bertajuk "PagidiCFD" ini.
Warga yang ingin dronie di sana bisa ikut berfoto dengan mendaftar kepada panitia di sekitar stanKompas.com. Warga bisa merebahkan diri di atas alas yang berada di depan booth, lalu drone akan mengambil gambar mereka. Foto tersebut akan diunggah di akun Twitter @kompas.com, @kompasiana, @grazeracom dan @kompaskarier. Semuanya gratis.
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan selama enam pekan ke depan. Tak hanya selfie, sejumlah aktivitas lain juga diselenggarakan di sini, seperti aerobik dan cek kesehatan. Jadi buat Anda yang kebetulan sedang berada di sekitar Mall FX di Minggu pagi, jangan lupa berkunjung di booth Kompas.com dan dronie bareng kami.
Penulis: Dani Prabowo
Editor: Laksono Hari Wiwoho




Ejaan Yang Dibenarkan :

Selfie : foto diri sendiri yang diambil dari kata Self yaitu sendiri.
Car Free Day : Dimana acara bebas kendaraan bermesin yang diadakan di Jakarta.
Dronie : Berasal dari kata Drone, dimana foto diambil dari atas dengan menggunakan alat terbang.
Remote Control : adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengendalikan sebuah mesin dari jarak jauh.
--
Tak berawak : tidak berisi pengendara.
Jadi buat anda yang kebetulan : Jadi untuk ada Anda yang kebetulan
Read more ...

Senin, 01 Desember 2014

Ketawa sini gan :-D

Ane mw share beberapa pic yg ane temuin di google mudah"an bisa menghibur agan & sista semuanya..

Spoiler for Jangan ditiru gan


Spoiler for Hehe..kasian bapaknya gan


Spoiler for Boleh dicoba nih gan


Spoiler for Kerja Keras Lagi


Spoiler for Gak Kuat gan


Spoiler for Batman & Bane


Spoiler for Sebab super hero jarang online


Spoiler for liat ekspresi kucingnya gan


Spoiler for Beda Gamers dan org biasa


Spoiler for Temennya iseng gan


Spoiler for Kapan Kelarnya ni gan


Spoiler for Abangnya gebetan..Ngeri Gan


Spoiler for Superman vs Batman


Spoiler for Soal ujian yg bikin galau


Spoiler for Antrean jaman sekarang gan


Spoiler for Kasian si peta gan


Spoiler for Beda cowo dan cewe


Spoiler for Seandainya benar terjadi


Spoiler for Translate level dewa


Spoiler for Kebanyakan Tutorial Begini


Spoiler for Beda cewe dan cowo part.2


Spoiler for Beda cewe dan cowo part.3


Spoiler for Beda Cewe dan Cowo kalo Potong rambut


Spoiler for Beda tontonan Cewe dan Cowo


Spoiler for Cara Cowo dan Cewe dlm Memilih Shampo


Spoiler for Hati - Hati gan


Spoiler for Beda Pemilihan tas Cewe dan Cowo


Spoiler for Anti Mainstream gan



Spoiler for Boleh di coba Tips nya Gan


Spoiler for Jangan ditiru gan


Spoiler for Jangan Ngeres dulu gan


Spoiler for Ngeyel si dibilanginnya


Spoiler for Hmmm...


Spoiler for Trauma nih gan


Spoiler for Ini yang Paling Ngeselin Gan..
.
Sumber : http://m.kaskus.co.id/thread/54441a110d8b46061b8b4577/gak-perlu-ngakak-minimal-senyum
Read more ...